Senin, 25 Juni 2012

potongan novel keduaku

She said : mungkinkah kami akan bersama selamanya? mungkinkah dia bisa menjadi imam bagiku? mungkinkah kita bisa bersama hingga nanti hingga lusa hingga dunia kita berakhir? 
He said : karena dia aku masih bertahan disini, karena dia motivasi terindahku, karena dia aku bisa melihat indahnya mentari mengarungi setiap bulan setiap tahun bersama
She said : Taukah dia jika setiap tanggal satu aku selalu mengenangnya. Tanggal yang akan selalu mengiringi kita. Bukan dalam hitungan tahun memang, namun hitungan bulan saja cukup begitu berarti bagiku. semoga bulan ini akan menjadi ratusan hingga nanti.
He said : dialah yang pertama dan dia yang aku harapkan menjadi akhirku
...
Ini adalah kisah nyata dari dua insan manusia yang bertemu di masa SMP dan berlanjut hingga SMA, sebuah kisah cinta yang mungkin bagi orang, seperti sungai yang tak bergemericik. Tenang. Namun, karena itulah yang membuat kita tahu bahwa sungai itu dalam. Begitupula kisah ini. Aliran air yang tenang dan dalam. Pelajaran berharga dari arti menerima dan memberi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar