Senin, 13 Februari 2012

senyum Dira (potongan)

apakah menangis di jalan memang hobimu? seperti kebiasaan yang sulit ditinggalkan atau memang tak ada kilatan kebahagiaan di jalan? dalam puluhan kilometer yang kamu tempuh itu tidak adakah sebuah kebahagiaan kecil yang kau temui?
tidak adakah kejadian lucu yang kau ingat?
ya, itulah dirimu.... penuh dengan teka-teki, puzzle kehidaupanmu begitu kompleks sepertinya hingga hanya kesedihan yang bisa aku lihat dari sini
dan di depan itu adalah sebuah perempatan yang paling aku benci. kilatan hijau lampu tiga warna itulah hal yang aku benci. ini aneh. biasanya orang-orang bahagia untuk mendapatkan cahaya ini tapi tidak bagiku apalagi di persimpangan ini. persimpangan yang akan membuatku berpisah denganmu............................................

exacta 2012 at the end

yeah, exacta memang belum berakhir… kepanitiaan yang berjalan hampir berbulan-bulan ini kini akan menjadi kenangan sesaat. sedih, marah, kesal seakan melebur menjadi kelabu masa.

sempat kuingat rasa malas yang selalu hinggap dan ingin menjauhinya. sempatterpikir ketidak jelasan yang merasa waktuku terbuang

bahkan sempat melampiaskan kekcewaan di saat itu, maaf

tak cukup deret aritmatika ya kompleks yang disusun untuk sebuah kata, terimakasih

tak cukup sungai amazon dengan ikan di dalamnya untuk kata maaf

kita adalah keluarga, ya siapa yang menyangka aku menemukan keluarga kecil yang hampir terlupakan

walau exacta tinggal menunggu hari untuk kata “penutupan” tapi aku tak ingin,

aku tak ingin kata itu mengubah cara pandangku, setidaknya dari acara tersebut ada banyak hikmah yang dapat aku ambil