Hujan. Bukan dia jika itu menjadi
penghalang. Bukan dia jika itu menjadi masalah terumit dalam hidupnya. Bukan
dia juga jika hujan ini membuat keterpurukan atau keputus asaan tiba-tiba.
Tetes pertama, sebuah kenangan lama
mulai menutup dengan pasti. Tetes kedua, tak ada langkah lunglai untuk
menampakkan asa. Tetes ketiga, dengan tatapan pasti terhanyut diluar untuian
rindu. Tetes keempat, bersama lari ini, biar membawa sebuah mimpi yang makin
menjumpai. Tetes kelima, tak ada kata sampai di sini yang terungkap karena
setiap langkah adalah awal dari jalan yang panjang.
Itulah dia. Biarlah kulihat dia
dengan hujan yang membawanya. Lapangan berhujan itu seperti tempat berteduhnya
dari panasnya mentari yang tak kira-kira. Tetaplah menjadi hal itu karena
itulah yang memberi warna padamu.
Lupakan gundah, bersama hujan biarlah
kau kejar mimpimu. Emosi sesaat itu biar kabur bersama dengan larimu. Dengan
bola yang kau giring, itulah mimpi yang kau giring
Larilah, ini bukan hujan penghalang. Jangan
takut pada hujan itu. Larilah bersama mimpi yang kau giring. Bawalah sebuah
kebanggaan saat kau kembali. Hujan ini biarlah tetap mejadi hujan di lapangan
yang akan menjadi saksi. Tak akan pernah hujan ini berubah jadi duri yang akan
memberi sayatan pada tubuhmu.
Melangkahlah dengan pasti. Bawa
impianmu itu mendekati kebahagiaan tak terbendung. Mereka juga pasti
mendukungmu. Entah kau sadari atau tidak. Hujan ini biar melakukan misinya
sendiri. Biar membuat rumput tempat ini juga mengejar mimpinya. Jangan hiraukan
hujan yang membasahimu. Jangan takut, tetaplah berlari
Hujan di tempat ini tak akan berubah.
Ia akan tetap sama. Seperti diriku yang tak akan berubah. Aku tetap akan
menunggumu di sini. Aku akan tetap sama. Menuggumu datang padaku dengan sebuah
senyum kebanggaan, senym kemenangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar