Sabtu, 10 April 2010

Ringkasan cerita “HARAPAN SEBATANG POHON MUDA”

Arina, cewek remaja yang memiliki hobi langka yaitu nulis diary.Ia tinggal bersama Mia sahabatnya yang telah SMA. Mereka tinggal sendiri karena BoNyok (Bokap-Nyokap) mereka rekan bisnis sehingga sering tinggal di Luar Negeri. Arina dan Randy (sahabat Arina sejak kecil dan juga cowok yang ditaksir Wanda) adalah wakil sekolah dalam ajang lomba Sains. Itu adalah salah satu harapan Arina sejak ia duduk di kelas 1 SMP. Selain itu ia juga sangat ingin bergabung dalam gank happiest. Yaitu gank yang terpopuler di sekolah itu. Suatu hari seorang guru mereka memberinya tugas mengarang cerpen. Cerpen Arina banyak yang memujinya.Wanda yang ganknya mulai dinomordukan makin membenci Arina. Akhirnya Arina diperbolehkan bergabung dengan gank itu. Masalah demi masalah datang padanya mulai dari nilai menurun, kekecewaan sahabatnya padanya, hingga pengunduran dirinya dalam mengikuti pembinaan di tingkat Nasional. Di hari lain saat gank itu magang di mall, Arina memergoki kelicikan gank itu. Ternyata gank itu memang hanya pura-pura baik di depannya tapi tujuan mereka sangatlah membuat Arina sakit hati.

Suatu katika para anggota gank itu meminta maaf hingga mereka rela bersimpu di kaki Arina. Arina tidak ingin menjadi orang egois. Akhirnya ia memaafkan mereka. Mereka juga ingin agar Arina mau menjadi guru les Wanda dan teman-teman karena Wanda hampir dimasukkan ke pondok pesantren jika nilai ulangannya tidak membaik. Akhirnya dalam 3 hari nilai ulangan Wanda membaik dan ia tidak jadi dimasukkan ke ponpes. Sebagai tanda terima kasih, Wanda membiarkan Arina bergabung di gank mereka dan ia juga memohon kepada pamannya yang merupakan panitia lomba Sains Nasional agar Arina dapat ikut lomba meski ia telat daftar ulang.

Sekarang gank happiest bukan hanya terkenal karena kekompakan dalam nge-dance tapi juga kekompakan dalam belajar kelompok dan meraih prestasi.

UNTUK SAHABATKU

Kukenang masa lalu itu

Disaat kau ada disampingku

Dikala kita tertawa dan menangis bersama

Kita jalani hari bersama

Waktu terasa indah ketika kita bersama


Kini saat ku buka mataku

Kulihat hari-hariku

Kurasakan perubahan pada dirimu

Aku merasa ada yang berubah darimu

Waktu seperti telah merubahmu


Kini kau seakan menjauhiku

Kau seakan melupakan masa lalu itu

Hari demi hari dulu yang kita rangkai bersama

Dengan canda tawa kita


Sepatah katapun tak kudengar dari bibir manismu

Seulas senyum tak kulihat dari wajahmu

Apakah kau lupa masa kecilmu

Jika itu maumu maafkan aku sobat

Aku harus melupakan persahabatan kita dulu

MALAM YANG INDAH

Dahulu…

Ketika malam datang

Ku dengar suara hewan malam bernyanyi

ku lihat pepohonan menyanyikan lagu selamat tidur

Ku rasakan udara malam yang begitu segar

Hembusan angin malam yang membelaiku


Dahulu…

Ku dapat melihat bulan tersenyum

Ku dapat melihat bintang tertawa riang

Tapi kini…

Tak dapat aku merasakan nyanyian hewan malam

Tak bisa aku rasakan udara malam yang begitu segar

Hembusan angin malam yang membelaiku

Dan kini…

Tak dapat ku lihat senyum bulan

Tak dapat juga aku lirik bintang yang tertawa riang

Hewan malam kini seakan mulai punah

Pohon perindang juga kini mulai habis

Udara bersih kini sangat minim

Polusi udara dimana-mana

Bangunan-bangunan pencakar langit

Seakan tak memberi kesempatan tuk aku melihat langit


Aku rindu…

Aku rindu mereka…

Kapankah aku dapat merasakan hal seperti dulu ?

Apakah aku masih dapat bertemu mereka ?

Aku harap malam indah itu akan datang lagi didunia ini

Kamis, 08 April 2010

puisiku

Senandung Hati

Ku terbangun dari tidurku,

Teringat kenangan masa lalu,

Saat aku dan dirimu,

Bermain menghabiskan waktu.

Tapi saat bunga-bunga layu,

Kau pergi tinggalkanku,

Jarak seakan memisahkanku,

Sendiri melewati hariku.

Hanya di layar kaca kumelihatmu,

Melihat senyum menismu,

Mendengar suara merdumu,

Menatap indah kedua matamu.

Kini saat kutemui dirimu,

Kau berbeda tak seperti dulu,

Panggung sandiwara membutakanmu,

Beribu naskah menyombongkanmu.

Tak kulihat senyum manismu,

Tak kudengar suara merdumu,

Yang tulus kau berikan untukku,

Sahabat kecilmu dulu.

Maafkan aku sahabatku,

Bukan maksudku membencimu,

Ku hanya ingin katakan padamu,

Selamat tinggal sahabatku.