Selasa, 26 Juni 2012

Lihat dia


Lihatlah dia. Lihatlah dengan hatimu. Coba perhatikan setiap gerak-geriknya. Adakah yang membuatmu berbeda? Samakah ia dengan mereka yang ada di sana? Jika mereka sama dengannya, maka kau salah. Lihatlah mata itu, Sepasang mata yang tak pernah sanggup menatapmu. Wajah itu, selalu memerah dengan segera. Pernahkah kamu melihat? Saat kamu mengalami kesulitan dia akan menjadi bayanganmu. Mensupportmu, mendoakan keberhasilanmu bahkan dia selalu menyempatkan waktunya untuk sekedar berharap akan melihatmu dalam keadaan sehat dan baik.  Dia tak akan dapat menutup wajah cemas saat mendengar suatu kabar buruk padamu. Lihatlah. Ia akan tersenyum dengan matanya bukan dengan mulutnya saat melihatmu dalam keadaan baik. Dia melakukan itu karena dia tulus menyayangimu. Jangan kau sia-siakan kasih sayangnya yang tulus. Akankah kau dapat perhatian yang lebih dari itu suatu hari nanti? Mungkin, namun tidakkah kau sadar, ketulusan itu hanya datang sekali. Tega kah ketulusannya itu kau balas dengan luka? Ingatlah, dia tak akan melakukan hal itu dua kali. Ingatlah betapa berharganya hati itu. sekali kau menyakitinya dia tak akan peduli denganmu. Penyesalan selalu berada di akhir. Bahkan bisa jadi, ketika kau mengejarnya hingga ke ujung dunia sekalipun dia tak akan menoleh kembali padamu. Biarkan hatimu yang bicara. Apapun pilihan hatimu kelak, jangan pernah membuat senyum manis itu lenyap. Biarkan senyum itu tetap menjadi senyum bahagia sebagai pancaran dari hatinya. Jangan hapus senyumnya karena sikapmu. Jangan lukai dia dengan menghilangkan senyum itu. bahkan menggantinya dengan sebuah tangis kesedihan. Bagi wanita, senyum itu adalah kebahagiaan hatinya. Jangan sakiti hatinya dengan memberinya luka. Biarkan senyumnya memancar menerangi dunia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar