Lihatlah dia. Lihatlah dengan hatimu.
Coba perhatikan setiap gerak-geriknya. Adakah yang membuatmu berbeda? Samakah
ia dengan mereka yang ada di sana? Jika mereka sama dengannya, maka kau salah.
Lihatlah mata itu, Sepasang mata yang tak pernah sanggup menatapmu. Wajah itu,
selalu memerah dengan segera. Pernahkah kamu melihat? Saat kamu mengalami
kesulitan dia akan menjadi bayanganmu. Mensupportmu, mendoakan keberhasilanmu
bahkan dia selalu menyempatkan waktunya untuk sekedar berharap akan melihatmu
dalam keadaan sehat dan baik. Dia tak
akan dapat menutup wajah cemas saat mendengar suatu kabar buruk padamu.
Lihatlah. Ia akan tersenyum dengan matanya bukan dengan mulutnya saat melihatmu
dalam keadaan baik. Dia melakukan itu karena dia tulus menyayangimu. Jangan kau
sia-siakan kasih sayangnya yang tulus. Akankah kau dapat perhatian yang lebih
dari itu suatu hari nanti? Mungkin, namun tidakkah kau sadar, ketulusan itu
hanya datang sekali. Tega kah ketulusannya itu kau balas dengan luka? Ingatlah,
dia tak akan melakukan hal itu dua kali. Ingatlah betapa berharganya hati itu.
sekali kau menyakitinya dia tak akan peduli denganmu. Penyesalan selalu berada
di akhir. Bahkan bisa jadi, ketika kau mengejarnya hingga ke ujung dunia
sekalipun dia tak akan menoleh kembali padamu. Biarkan hatimu yang bicara.
Apapun pilihan hatimu kelak, jangan pernah membuat senyum manis itu lenyap.
Biarkan senyum itu tetap menjadi senyum bahagia sebagai pancaran dari hatinya.
Jangan hapus senyumnya karena sikapmu. Jangan lukai dia dengan menghilangkan
senyum itu. bahkan menggantinya dengan sebuah tangis kesedihan. Bagi wanita,
senyum itu adalah kebahagiaan hatinya. Jangan sakiti hatinya dengan memberinya
luka. Biarkan senyumnya memancar menerangi dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar