1. Pendahuluan
Indonesia adalah salah satu Negara kepulauan. Beribu-ribu pulau di Indonesia dipisahkan oleh laut. Baik itu lautan sempit maupun laut yang sangat luas. Hal itu jelas membuktikan bahwa wilayah Indonesia sebagian besar terdiri dari wilayah perairan. Letak Indonesia yaitu disekitar garis khatulistiwa membuat banyak kekayaan alam yang ada di Indonesia melimpah ruah. Bukan hanya di darat, kekayaan tersebut juga terdapat di laut Indonesia. Sudah sering kita mendengar tentang kekayaan laut Indonesia yang indah. Tak heran jika banyak wisata mancanegara yang berkunjung ke Indonesia untuk menyaksikan dan menikmati keindahan lautnya terlebih pada keindahan terumbu karang. Contoh lain kekayaan alam laut yang terdapat di Indonesia yaitu banyaknya berbagai variasi ikan yang ada. Iklim yang tidak terlalu dingin dan banyak menerima sinar matahari merupakan salah satu faktor banyaknya variasi ikan. Mulai dari ikan kecil hingga ikan yang besar. Bahkan hewan laut lainpun banyak di laut Indonesia contohnya teripang dan gurita. Salah satu warga yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia khususnya wilayah perairan yaitu para nelayan. Seriap hari mereka mencari berbagai sumber daya laut yang dapat dimanfaatkan. Hampir setiap pinggir pantai di Negara ini banyak ditemukan kapal-kapal yang membantu para nelayan itu bekerja. Ini membuktikan bahwa banyak warga Indonesia yang tinggal di pinggir pantai bermata pencaharian sebagai nelayan. Itulah latar belakang dari penulisan essai ini.
2. Jerih payah nelayan
Letak suatu tempat mempengaruhi matapencaharian penduduk. Penduduk yang tinggal di pinggir laut, sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan, petani garam, dan ada pula yang bermatapencaharian sebagai penjual ikan di pasar. Namun, yang kerap kita temui di pantai yaitu kapal-kapal penangkap ikan. Ini membuktikan bahwa banyak penduduk sekitar yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Dengan memanfaatkan pengetahuan tentang angin darat dan laut, para nelayan pergi mencari ikan di malam hari ketika angin darat berhembus ke arah laut. Para nelayan itu akan kembali dari berlayar mencari ikan pada siang hari ketika angin laut berhembus ke arah daratan. Tidak dapat diprediksikan berapa besar kemungkinan mereka untuk pulang dengan membawa banyak ikan. Suatu saat mereka dapat membawa berton-ton ikan. Namun, tak jarang bagi mereka untuk pulang dengan tangan hampa. Hasil tangkapan mereka itu akan dibagi beberapa orang karena jarang sekali nelayan yang menangkap ikan di laut sendirian. Hasil dari tangkapan ikan itu, biasanya hanya cukup untuk makan sehari. Bahkan tak jarang yang menghabiskan upah tangkapan mereka untuk membayar sewa kapal karena yang mereka gunakan bukanlah kapal pribadi. Sehingga tidak banyak para nelayan yang hidup di bawah angka kesejahteraan hidup.
2. Keluargaku Harta Paling Berhargaku
Larangan hanyalah sepintas kata-kata yang tidak begitu berarti bagi para nelayan. Meski cuaca di sekitar tidak mendukung, namun para nelayan itu tetap berangkat melaut. Pengorbanan itu mereka lakukan agar keluarga mendapat sesuap nasi untuk dimakan hari tersebut. Namun, apa daya jika takdir berkata lain. Banyak para nelayan yang terseret ombak hingga meninggal bahkan menghilang karena menemui badai saat berlayar. Para nelayan itu mempertaruhkan nyawanya demi keluarga mereka. Karena hanya dengan mencari ikan yang hasilya pas-pasan itulah sumber pendapatan mereka berasal. Bagi sebagian nelayan, meski harus menukar nyawa sekalipun mereka tetap rela demi memberikan yang terbaik bagi keluarganya.
3. Berperankah pemerintah?
Banyaknya para keluarga nelayan yang hidup masih di bawah angka kesejahteraan, tidak tertutup dari peran pemerintah. Masalah sederhana dari para nelayan ini sering dianggap ‘enteng’ oleh sebagian orang. Padahal, di sini seharusnya pemerintah lebih memusatkan diri terhadap kesejahteraan nelayan. Ada dua faktor yang mempengaruhi berkurangnya tingkat kesejahteraan nelayan, yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar. Faktor dari dalam yaitu para nelayan di Indonesia, hanya menggunakan kapal sederhana dari kayu yang belum memiliki sistem canggih seperti sonar yang dapat dengan cepat menentukan dimana segerombolan ikan di bawah laut berada. Selain itu, masih banyak kapal-kapal yang sudah tidak layak pakai namun tetap dipaksakan untuk melaut. Perawatan terhadap kapal merupakan hal yang penting agar kapal awet atau kayunya tidak gampang keropos.
Selain faktor dari dalam, faktor dari luar pun harus diperhatikan pemerintah. Faktor luar itu adalah penanganan secara tegas bagi para penangkap ikan secara illegal. Penangkap ikan illegal itu dapat membuat populasi ikan dari kekayaan alam Indonesia menjadi berkurang. Jika tidak ada sanksi tegas, maka pelanggaran itu akan mereka anggap sebagai angin lalu yang sudah tidak begitu berarti. Kemudian mereka akan mencuri ikan lagi di daerah tersebut. Hal itu sangat merugikan, dari segi nelayan dapat menjadi saingan baru karena alat yang digunakan penangkap illegal biasanya lebih modern dari yang mereka gunakan. Sedangkan dari pemerintah juga akan merugikan karena dapat mengurangi sumber daya yang ada.
4. Penutup
Kesimpulan dari esai ini adalah, para nelayan sering berkorban mempertaruhkan nyawanya demi keluarganya. Bagi mereka, keluarga adalah harta yang paling berharga. Bahkan mereka rela jika harus kehilangan nyawanya demi mendapat sesuap nasi untuk keluarganya. Dengan kesederhanaan yang ada, mereka memberikan yang terbaik dan paling berharga untuk keluarga mereka. Bahkan lebih berharga dari sebuah mahkota raja yang bertahtakan emas dan berlian murni. Pemerintah, terutama menteri perikanan dan kelautan sebaiknya jangan menyepelekan tingkat kesejahteraan nelayan. Karena tanpa mereka, Indonesia yang merupakan Negara kepulauan tidak akan memiliki arti lebih jika sumber daya alam laut seperti ikan tidak dimanfaatkan. Selain itu, mereka sebaiknya lebih mempertegas tentang penangkapan ikan secara illegal. Negara Indonesia adalah Negara hukum jadi jika memang perlu, para penangkap ikan ilegal itu sebaiknya mendapat hukuman yang berat. Untuk mengoptimalkan penangkapan ikan, sebaiknya pemerintah mulai mempertimbangkan sistim sonar agar ikan yang didapat lebih cepat dan agar ikan kecil tidal salah ditangkap.
DAFTAR PUSTAKA
Kanginan, Marthen. 2007. IPA Fisika Kelas IX. Jakarta : Erlangga
Kanginan, Marthen. 2007. IPA Fisika Untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga
Wikipedia (2009, November) nelayan diunduh tanggal 27 Oktober 2010 dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Nelayan
Kompasiana (2010, Oktober) kemiskinan struktural para nelayan diunduh tanggal 27
Oktober 2010 dari http://sosbud.kompasiana.com/2010/10/21/kemiskinan-struktural
. 2009. lapisan udara, cuaca, dan iklim. http://belajargeografiyuk.blogspot.com