Tak kusadari
Mulut ini lebih kejam dari cambuk
Lebih menyakitkan dari luka
Dari mulut ini
Air mata telah mengalir
Hati telah tercabik pilu
Tapi tawa masih menghias
Seakan tak pedulikan mereka itu
Maafkan aku
Maafakanlah khilafku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar